November 07, 2008

KERANA DIA MANUSIA BIASA.....


www.iluvislam.com
diedit oleh : everjihad

Email ini dipetik daripada seorang sahabat, dan saya forwardkan untuk manfaat kepada diri saya dan semua.
Semoga bermanfaat baik untuk yang melamar ataupun yang dilamar, ataupun bagi yang sudah berumah tangga. Renungan buat yang sedang mencari pasangan hidup ataupun yang sedang mengemudi bahtera rumah tangga. Mengapa? Kerana Dia Manusia Biasa.
Setiap kali ada sahabat yang ingin menikah, saya selalu mengajukan pertanyaan yang sama. Kenapa kamu memilih dia sebagai suami/isterimu? Jawappannya ada bermacam-macam. Bermula dengan jawapan kerana Allah hinggalah jawapan duniawi. Tapi ada satu jawapan yang sangat menyentuh di hati saya. Hingga saat ini saya masih ingat setiap butir percakapannya. Jawapan dari salah seorang teman yang baru saja menikah. Proses menuju pernikahannya sungguh ajaib. Mereka hanya berkenalan 2 bulan. Kemudian membuat keputusan menikah. Persiapan pernikahan mereka hanya dilakukan dalam waktu sebulan saja. Kalau dia seorang akhwat, saya tidak hairan. Proses pernikahan seperti ini selalu dilakukan. Dia bukanlah akhwat, sebagaimana saya. Satu hal yang pasti,dia jenis wanita yang sangat berhati-hati dalam memilih suami. Trauma dikhianati lelaki membuat dirinya sukar untuk membuka hati. Ketika dia memberitahu akan menikah, saya tidak menganggapnya serius. Mereka berdua baru kenal sebulan. Tapi saya berdoa, semoga ucapannya menjadi kenyataan. Saya tidak ingin melihatnya menangis lagi. Sebulan kemudian dia menemui saya. Dia menyebutkan tarikh pernikahannya. Serta meminta saya untuk memohon cuti, agar dapat menemaninya semasa majlis pernikahan. Begitu banyak pertanyaan dikepala saya.
Saya ingin tahu! Mengapa dia begitu mudah menerima lelaki itu. Ada apakah gerangan? Tentu suatu hal yang istimewa. Hingga dia boleh memutuskan untuk bernikah secepat ini. Tapi sayang, saya sedang sibuk ketika itu(benar-benar sibuk). Saya tidak dapat membantunya mempersiapkan keperluan pernikahan. Beberapa kali dia menelefon saya untuk meminta pendapat tentang beberapa perkara. Beberapa kali saya telefon dia untuk menanyakan perkembangan persiapan pernikahannya. Kami tenggelam dalam kesibukan masing-masing. Saya mengambil cuti 2 hari sebelum pernikahannya. Selama cuti itu saya memutuskan untuk menginap di rumahnya. Pukul 11 malam sehari sebelum pernikahannya, baru kami dapat berbual -hanya-berdua. Hiruk-pikuk persiapan akad nikah esok pagi, sungguh membelenggu kami. Pada awalnya kami ingin berbual tentang banyak hal. Akhirnya, dapat juga kami berbual berdua. Ada banyak hal yang ingin saya tanyakan. Dia juga ingin bercerita banyak perkara kepada saya. Beberapa kali Mamanya mengetuk pintu, meminta kami tidur.
"Aku tak boleh tidur." Dia memandang saya dengan wajah bersahaja.
Saya faham keadaanya ketika ini.
"Matikan saja lampunya, biar disangka kita dah tidur."
"Ya.. ya." Dia mematikan lampu neon bilik dan menggantinya dengan lampu yang samar.
Kami meneruskan perbualan secara berbisik-bisik. Suatu hal yang sudah lama sekali tidak kami lakukan. Kami berbual banyak perkara, tentang masa lalu dan impian-impian kami. Wajah keriangannya nampak jelas dalam kesamaran. Memunculkan aura cinta yang menerangi bilik ketika itu. Hingga akhirnya terlontar juga sebuah pertanyaan yang selama ini saya pendamkan. "Kenapa kamu memilih dia?" Dia tersenyum simpul lalu bangkit dari baringnya sambil meraih telefon bimbitnya dibawah bantalku. Perlahan dia membuka laci meja hiasnya. Dengan bantuan lampu LCD handphone dia mengais lembaran kertas didalamnya. Perlahan dia menutup laci kembali lalu menyerahkan sekeping sampul kepada saya. Saya menerima handphone dari tangannya. Sampul putih panjang dengan cop surat syarikat tempat calon suaminya bekerja. Apa ini?. Saya melihatnya tanpa mengerti.
Eeh..., dia malah ketawa geli hati.
"Buka je."
Sebuah kertas saya tarik keluar. Kertas putih bersaiz A4, saya melihat warnanya putih.
"Teruknya dia ni."
Saya menggeleng-gelengkan kepala sambil menahan senyum.
Sementara dia cuma ketawa melihat ekspresi saya. Saya mula membacanya. Saya membaca satu kalimat diatas, dibarisan paling atas. Dan sampai saat inipun saya masih hafal dengan kata-katanya. Begini isi surat itu........
************ ********* *******
Kepada ...... Calon isteri saya, calon ibu anak-anak saya, calon menantu Ibu saya dan calon kakak buat adik-adik saya Assalamu'alaikum Wr Wb. Mohon maaf kalau anda tidak berkenan. Tapi saya mohon bacalah surat ini hingga akhir. Baru kemudian silakan dibuang atau dibakar, tapi saya mohon, bacalah dulu sampai selesai. Saya, yang bernama_____menginginkan anda______ untuk menjadi isteri saya. Saya bukan siapa-siapa. Saya hanya manusia biasa. Buat masa ini saya mempunyai pekerjaan. Tetapi saya tidak tahu apakah kemudiannya saya akan tetap bekerja. Tapi yang pasti saya akan berusaha mendapatkan rezeki untuk mencukupi keperluan isteri dan anak-anakku kelak. Saya memang masih menyewa rumah. Dan saya tidak tahu apakah kemudiannya akan terus menyewa selamannya. Yang pasti, saya akan tetap berusaha agar isteri dan anak-anak saya tidak kepanasan dan tidak kehujanan. Saya hanyalah manusia biasa, yang punya banyak kelemahan dan beberapa kelebihan. Saya menginginkan anda untuk mendampingi saya. Untuk menutupi kelemahan saya dan mengendalikan kelebihan saya. Saya hanya manusia biasa. Cinta saya juga biasa saja. Oleh kerana itu Saya menginginkan anda supaya membantu saya memupuk dan merawat cinta ini, agar menjadi luar biasa. Saya tidak tahu apakah kita nanti dapat bersama-sama sampai mati. Kerana saya tidak tahu suratan jodoh saya. Yang pasti saya akan berusaha sekuat tenaga menjadi suami dan ayah yang baik. Kenapa saya memilih anda? Sampai saat ini saya tidak tahu kenapa saya memilih anda. Saya sudah sholat istikharah berkali-kali, dan saya semakin mantap memilih anda. Yang saya tahu, Saya memilih anda kerana Allah. Dan yang pasti, saya menikah untuk menyempurnakan agama saya, juga sunnah Rasulullah. Saya tidak berani menjanjikan apa-apa, saya hanya berusaha sekuat mungkin menjadi lebih baik dari sekarang ini. Saya memohon anda sholat istiqarah dulu sebelum memberi jawapan pada saya. Saya beri masa minima 1 minggu, maksima 1 bulan. Semoga Allah redha dengan jalan yang kita tempuh ini. Amin Wassalamu'alaikum Wr Wb

************ ********* *********
Saya memandang surat itu lama. Berkali-kali saya membacanya. Baru kali ini saya membaca surat 'lamaran' yang begitu indah. Sederhana, jujur dan realistik. Tanpa janji-janji yang melambung dan kata yang berbunga-bunga. Surat cinta biasa. Saya menatap sahabat disamping saya. Dia menatap saya dengan senyum tertahan.
"Kenapa kamu memilih dia.....?"
"Kerana dia manusia biasa......." Dia menjawab mantap.
"Dia sedar bahawa dia manusia biasa. Dia masih punya Allah yang mengatur hidupnya. Yang aku tahu dia akan selalu berusaha tapi dia tidak menjanjikan apa-apa. Soalnya dia tidak tahu, apa yang akan terjadi pada kami kemudian hari. Entah kenapa, justeru itu memberikan kesenangan tersendiri buat aku.."
"Maksudnya?"
"Dunia ini fana. Apa yang kita punya hari ini belum tentu esok masih ada dan menjadi milik kita. Betul tak? Paling tidak.... Aku tau bahawa dia tidak akan frust kalau suatu masa nanti kami jadi miskin. "
"Ssttt....."Saya menutup mulutnya.
Khuatir kalu ada yang tau kami belum tidur. Terdiam kami memasang telinga. Sunyi. Suara jengkering terdengar nyaring diluar tembok. Kami saling berpandangan lalu gelak sambil menutup mulut masing-masing.
"Dah tidur. Esok kamu mengantuk, aku pula yang dimarahi Mama."
Kami kembali berbaring. Tapi mata ini tidak boleh pejam. Percakapan kami tadi masih terngiang terus ditelinga saya.
"Gik.....?" "Tidur.....Dah malam." Saya menjawab tanpa menoleh padanya.
Saya ingin dia tidur, agar dia kelihatan cantik jelita esok pagi. Rasa mengantuk saya telah hilang, rasanya tidak akan tidur semalaman ini. Satu lagi pelajaran dari pernikahan saya peroleh hari itu. Ketika manusia sedar dengan kemanusiaannya.
Sedar bahawa ada hal lain yang mengatur segala kehidupannya. Begitu juga dengan sebuah pernikahan. Suratan jodoh sudah terpahat sejak roh ditiupkan dalam rahim. Tidak ada seorang pun yang tahu bagaimana dan berapa lama pernikahannya kelak. Lalu menjadikan proses menuju pernikahan bukanlah sebagai beban tetapi sebuah 'proses usaha'. Betapa indah bila proses menuju pernikahan mengabaikan harta, takhta dan 'nama'. Status diri yang selama ini melekat dan dibanggakan (aku anak orang ini/itu), ditanggalkan. Ketika segala yang 'melekat' pada diri bukanlah dijadikan pertimbangan yang utama. Pernikahan hanya dilandasi kerana Allah semata. Diniatkan untuk ibadah. Menyerahkan segalanya pada Allah yang membuat senarionya. Maka semua menjadi indah. Hanya Allah yang mampu menggerakkan hati setiap hamba-NYA. Hanya Allah yang mampu memudahkan segala urusan. Hanya Allah yang mampu menyegerakan sebuah pernikahan. Kita hanya boleh memohon keredhaan Allah. MemintaNYA mengurniakan barakah dalam sebuah pernikahan. Hanya Allah jua yang akan menjaga ketenangan dan kemantapan untuk menikah. Jadi, bagaimana dengan cinta? Ibu saya pernah berkata, Cinta itu proses. Proses dari ada, menjadi hadir,lalu tumbuh, kemudian merawatnya. Agar cinta itu dapat bersemi dengan indah menaungi dua insan dalam pernikahan yang suci. Cinta tumbuh kerana suami/isteri (belahan jiwa). Cinta paling halal dan suci. Cinta dua manusia biasa, yang berusaha menggabungkannya agar menjadi cinta yang luar biasa. Amin.

Wallahu 'alam.

BUKAN TIDAK TEGA,TAPI TERLALU CINTA!!!


Ustaz Pahrol Mohamad Juoi
*Editor : kasihsayang
Beratnya untuk melepaskan dia pergi. Selama ini, tangan ini yang membelainya. Selama ini, hati ini yang selalu bimbangkannya. Sejak suara tangisnya yang pertama, sejak ku laungkan azan di telinganya, aku begitu mengasihinya. Ya, dia adalah permata hatiku. Namun, dia bukan selamanya milikku…. Rumah ini, cuma persinggahan dalam perjalanannya menuju kedewasaan. Dan kini sudah hampir masanya kau pamit. Walaupun di hatiku tercalar sedikit rasa pahit, tapi siapalah aku yang boleh menahan perjalanan waktu? Siapakah aku untuk menahan realiti kedewasaan? Maafkan aku wahai anak…. Bukan aku tidak tega, tetapi kerana terlalu cinta! Hatiku tertanya-tanya, apakah ada insan lain yang boleh menjaganya sepenuh hati. Sejak bertatih, aku melihat jatuh bangunnya tanpa rasa letih. Siapakah yang membalut luka hatinya dalam kembara itu nanti? Aku jauh……bila segalanya bertukar tangan, amanah akan diserahkan. Aku tahu saat itu aku mesti mula melepaskan. Itu satu hakikat.
Cinta bukan bereti mengikat… tetapi melepaskan, membebaskan. Kau umpama anak burung yang telah bersayap, telah mampu terbang membelah awan, meninggalkan sarang. Apakah aku terlalu dungu untuk terus membelenggu? Puteriku… kau terpaksa ku lepaskan…. Apakah si dia mampu menyayanginya seperti aku? Ah, mengapa rasa curiga ini datang bertandang. Bukankah segalanya telah di putuskan sejak dia membisikkan bahawa hatinya telah diserahkan kepada ‘si dia’- lelaki pilihannya? Bukankah segala perbincangan musim lalu telah terungkai dan keputusannya telah dimeterai? Namun… hati ayah…. Hati abah… pasti ada gundah. Sudah pasrah, tapi diguris goyah. Bolak-balik hati ini wahai anak… terlalu laju untuk dipaku. Tepatkah plihanmu? Tepatkah keputusanku? Namun siapakah kita yang boleh membaca masa depan? Layakkah kita mengukur kesudahan di batas permulaan? Sangka baik jadi penawar. Kau anak yang baik, insyaAllah pilihanmu juga baik. Tuhan tidak akan mengecewakanmu. Jodohmu telah ditentukan. Dan ketentuan Allah itu pasti ada kebaikan! Kekadang, aku diserbu seribu pertanyaan. Apakah aku masih di hatinya setelah dia bersuami nanti? Atau aku hanya akan menjadi tugu kenangan yang dijengah sekali-sekala? Bukan, bukan aku membangkit, jauh sekali mengungkit…upayaku mendidikmu bukan suatu jasa. Itu hanya satu amanah. Namun, ketika usia menjangkau senja, aku pasti semakin sepi…… aku akan mengulang-ulang kisah lama yang penuh nostalgia. Diulit oleh kenangan indah musim lalu, ketika dia begitu manja di sisi. Aku ingin mendengar lagi suaranya yang dulu-dulu. Mengadu tentang ini dan itu. Bercerita dan berkisah, dengan lidahmu yang petah dan lagak yang penuh keletah. Pergilah. Aku rela. Allah bersamamu. Doaku mengiringi setiap langkah di alam rumah tanggamu nanti. Moga si dia akan menjaganya seperti aku menjaga ibunya.umminya. aku akan bersangka baik. Justeru Allah itu menurut sangkaan hamba-hambaNya. Aku bersangka baik, insyaAllah, dia dan aku akan mendapat yang terbaik. Di situ, noktahlah kebimbangan hati seorang ayah. Seorang abah!

Warkah Ibu Buat Anak Tersayang di Kampus


http://www.iluvislam.com/

dihantar oleh: muslimsgeneration

editor : kasihsayang


Sambil membasuh pinggan di singki, fikiranku melayang-layang. Teringat kepada SMS yang ku terima dari anak lelakiku yang masih di peringkat matrikulasi UIA.


"Mak......test fizik tadi,boleh juga jawab, tapi sebab careless ada yang tersilap."Begitulah bunyi SMS daripada Salman. Sebagai ibu, apa patut aku balas? Apa yang aku rasa tidak mungkin dapat diluahkan melalui SMS. Lalu, aku bingkiskan segera surat ini untuknya.


*************************************************************************************************


Bismillahirrahmanirrahim.

Man yang dikasihi, assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh. Alhamdulillah, segala puji bagi Allah dengan izinNya emak dapat menulis surat ini untuk tatapan Man. Selawat dan salam buat junjungan mulia, Rasulullah SAW. Apa khabar? Semoga Man berada dalam keadaan sihat walafiat dan sentiasa menghubungkan hati dengan Allah SWT dan dekat padaNya.Man masih ada test lagi? Mak harap Man terus berusaha. Belajar di universiti tak sama dengan belajar di sekolah. Di U, ujian selalu diadakan dan peratus markah sentiasa dikumpulkan untuk dicampurkan dengan ujian semester akhir. Ini dibuat bertujuan untuk menggalakkan kita mewujudkan suasana pembelajaran yang berterusan dan mengelakkan kita dari membuang masa dan lalai. Mak tahu...memang Man akan rasa bebanan dan tuntutan belajar tu, tapi itulah hakikatnya. Kita pemuda-pemuda Muslim perlu berjuang untuk menjadi individu unggul yang cemerlang demi Allah yang jadikan kita dan deen yang kita junjung ni.Islam sangat menuntut umatnya mencari ilmu, mendalaminya...dan mengaplikasikannya demi kesejahteraan ummah, dan demi keunggulan ummah Islam keseluruhannya. Mungkin jika kita berusaha untuk cemerlang atas dasar kepentingan diri sahaja. Kita tidak jelas dan tidak bermotivasi. Tapi sekiranya kita jelas akan hakikat tuntutan terhadap diri, maka kita akan berusaha sungguh-sungguh kerana kejayaan itu bukan untuk diri kita sahaja, tapi kejayaan kita adalah kejayaan semua. Kita perlu menunjukkan contoh yang baik demi Allah yang menjadikan kita, demi keredhaanNya, dan demi deenul Islam itu sendiri.Man yang dikasihi, mak harap Man jelas akan matlamat ini, keredhaan Allahlah yang kita dambakan dalam apa jua tindakan kita. Mak tahu memang payah...memang susah belajar di sana... tapi itulah jihad bagi kita. Dalam hal ini, mak nak ingatkan jagalah hati dan fikiran serta tindakan kita. Utamakan solat pada waktunya. Walaupun Man sibuk kuliah,usahakan supaya dapat berjemaah di surau kampus. Jangan tinggalkan zikir Al-Mathurat setiap pagi dan sentiasa bertadabbur al-Quran.Ingatlah ibadah yang sahih merupakan syarat untuk kejayaan kehidupan manusia, kita tak boleh meringan-ringankan soal ibadah. Hati yang sentiasa dekat dengan Allah dan sentiasa berzikir dan mengingatinya akan diberi rahmat dan keberkatanNya. Jadi apa yang kita usahakan selama ini, kita pulangkan kepada Nya untuk memberikan kepada kita natijahnya. Allah sayangkan pemuda-pemuda. Mustaffa Mahsyur menyeru pemuda-pemuda dalam 'Fiqh Dakwah' kerana mereka adalah aset yang tinggi nilainya bagi meninggikan deen ini.Ingat tak? Seorang yang alim yang selalu sujud kepada Allah selama 500 tahun dan apabila ia mati, Allah kata kepada malaikat, masukkannya ke syurga dengan rahmatKu. Lalu orang itu melarangnya dan meminta ia dimasukkan ke syurga atas amal-amalnya. Apabila malaikat mengiranya..tak cukup untuk melayakkan ia masuk syurga kerana jika dikira nilai amal manusia dengan anugerah Allah yang beri kepada kita sangat besar. Sujud 500 tahun tidak cukup membayar nilai sepasang mata untuk melihat. Jadi orang alim itu pun menyesal dan memohon pada Allah supaya masukkan ia ke syurga dengan rahmatNya.

Begitulah hakikat diri kita Man..terlalu kerdil. Orang mukmin perlu ada dua sifat ini yang mengiringi perjalanan hidupnya iaitu, sifat raji' dan sifat taqwa. Dua sifat ini iaitu takut dan berharap perlu ada dalam hatinya, barulah menjadi manusia yang sentiasa menharap redha Allah dan takut amal-amalnya tidak diterima. Sebenarnya, Allah nak tarbiah kita sebagai hambaNya supaya tidak terlalu yakin dan merasa puas hati dengan prestasi kita walaupun telah melakukan yang terbaik. Sahabat-sahabat pada zaman Rasulullah SAW sentiasa ada sifat ini sebab itulah Allah memberi kejayaan kepada mereka. Keberkatan dan rahmat Allah mengiringi mereka sehingga muncul generasi unggul yang tiada tolok bandingnya hingga kini.Tiada apa yang kita boleh banggakan dan berhak tuntut selain hanya boleh beerusaha sekaligus memulangkan hasilnya kepada Allah SWT. Mak teringat ujian fizik Man yang Man beritahu baru-baru ini. Tak apalah..tak boleh jawab sepenuhnya pun..usaha lain kali. Tapi ingat! Iringilah dengan ibadah yang kuat kepadaNya. Insya-Allah, Dia akan lebih dekat dengan kita.Hiasilah malam hari dengan solat sunat, munajat dan beristighfar kepada Nya. Itulah orang mukmin yang cerdik dalam erti kata sebenarnya. Cukup disini dulu Man. Insya-Allah, Mak akan menulis lagi. Salam juga dari Ayah dan adik-adik di kampung. Mak harap Allah mengurniakan kekuatan dan kesihatan kepada Man untuk terus berjuang. Mak doakan agar Man sentiasa diberi rahmat oleh Allah SWT.
Wassalam
Salam sayang,
Emak

"Mahkota kemanusiaan ialah rendah hati."

Tawadhu'
www.iLuvislam.com
Umar Al-Fateh
*Editor: lailatulema

Andaikata kita benar-benar dapat meletakkan diri kita secara tepat dalam hidup ini, nescaya hidup ini lebih ringan, lebih tenang dan lebih barakah. Sayang, kita kadang tidak cukup waktu untuk mengenal diri sehingga kita merasa lebih dari kenyataan, ataupun kita merasa lebih rendah dari apa yang Allah kurniakan. Inilah hikmah yang ingin kita singkapkan dari kehidupan.Tanamlah diri kita di dalam tanah kerendahan, kerana setiap suatu yang tumbuh tapi tidak ditanam maka tidak sempurna buahnya. Siapa yang merendah diri, Allah akan memuliakannya dan sesiapa yang sombong diri Allah akan menghinakannya.Akar yang menghujam ke dalam tanah membuat pohon kian kukuh tapi pohon yang akarnya jauh dari tanah ketika disiram air, pohon itu bisa jatuh, runtuh. Makin kukuh akar mencengkam tanah, biarlah ianya dihempas badai , diterjang taufan , ditiup angin nescaya ia tidak akan goyah. Begitulah jelasnya orang-orang yang benar-benar menikmati hidup buah dari amal yakni orang-orang yang tawaduk atau orang-orang yang rendah hati.Banyaknya amal tidak bererti selamat. Jika sebelum beramal, tipu dayanya adalah enggan beramal, kalau sebelum beramal tipu dayanya adalah niat yang salah.Ingin dipuji amal-amalnya sebagai amal kebaikan.Ketika sedang beramal , cubaannya ada lagi, iaitu enggan menyempurnakan amalnya. Ingin tidak sempurna.Ketika selesai beramal, tipu dayanya menjadi lebih besar iaitu ujub, merasakan diri telah dan paling beramal. Merasa diri lebih dari orang lain amalannya. Semua ini benar-benar mencabar perjuangan.Kerana itu kita dianjurkan agar tawaduk, betul-betul tanamkan diri di bumi; kerendahan hati agar menjadi sempurnya amal-amalnya.

Kenikmatan Tawadhu'

Ketika kita berusaha untuk meletakkan diri di bumi kerendahan hati, perlu beberapa usaha dalam meletakkan diri sesuai dengan apa yang diinginkan agar diri tidak berasa bongkak diri ketika berjalan di atas muka bumi Allah ini.Kita harus sedar bahawa yang membuat diri kita beramal bukanlah diri kita tetapi taufiq dari Allah. Sepertinya kita boleh bersedekah, tapi wangnya dari mana?Jika kita tidak diberikan rezeki oleh Allah, kita tidak akan boleh bersedekah. Sekarang kita sudah punya wang, tetapi orang sekeliling kita tidak memerlukan wang, maka kita juga tidak boleh mengeluarkan wang itu. Sesudah ada rezeki, digerakkan orang-orang yang berkeperluan kepada kita. Ada yang perlu untuk melunasi hutangnya, membiayai masjid-masjid, sekolah-sekolah agama, maka digerakkan mereka untuk bertemu dengan diri kita, maka kita dimudahkan untuk bersedekah dan diringankan hati kita.Ada juga manusia yang bersedekah, tetapi dengan bersedekah lebih membuatkan hatinya menjadi lebih bongkak. Oleh kerana itu, kita perlu tahu bahawa rangkaian amal ini, hanya Allah yang boleh membuat kita untuk beramal.Tidak usahlah diingat-ingat, disebut-sebut amal kita kerana Allahlah yang membuatkan kita beramal.Kita tidak akan benar-benar beramal kerana Allah jika mahukan kemahsyuran dari beramal, bahkan demi Allah, tiada seorang hamba yang sungguh ikhlas pada Allah melainkan dia merasa senang, gembira jika dia tidak mengetahui kedudukan dirinya.Jangan kita merasakan kita sudah beramal, itu tanda kita tidak ikhlas, apalagi kita merasakan ikhlas. Orang yang merasa ikhlas dan ingin orang lain mengetahui keikhlasannya maka ia masih tidak ikhlas. Dia masih memerlukan agar orang lain tahu dirinya ikhlas dan dia merasa senang dikatakan ikhlas. Maka inilah tanda keikhlasan yang masih belum betul-betul sempurna.

Baja Kerendahan Hati

Oleh itu orang yang ingin betul-betul merasai nikmat tawadhuk perlu melupakan siapa diri kita.Jika kita sudah berijazah, lupakan ijazah yang ada kerana disisi Allah bukan ijazah yang menjadi ukuran tetapi amal yang ikhlas.Jika kita pernah bersedekah, lupakan sedekah yang dilakukan, jika diingat-ingat kita makin rasa perlu untuk pujian, disebut-sebut apa yang pernah dilakukan dan itu akan merosak.Jika kita adalah pimpinan, usahlah disebut-sebut jawatan yang ada “Saya pemimpin sekian-sekian”.Makin kita mengingati kedudukan kita , amal kita , makin kita ingat semua ini, makin kita rasa perlu diakui oleh makhluk maka makin tidak ikhlas amalannya.Kalaupun mahu diingat, agar menjadi lebih tawadhuk, ingatlah dosa-dosa kita.Mata… aduhhh, mungkin orang lain lebih bagus menjaga pandangan mereka dari kita yang selalu leka dan alpa dalam menjaganya. Jika kita hanya bisa menjaga pandangan ketika di luar, tetapi ketika menatap filem-filem, televisyen, kita tidak boleh menundukkan pandangan…aduhh… Sungguh banyak dosa, berbanding orang lain yang bisa menundukkan pandangan di mana sahaja.Perkataan , dibagus-baguskan, menyebut dalil-dalil..tapi siapa tahu , disisi Allah kita masih fasiq (orang yang selalu berbuat dosa).. aduhh..Tubuh dipakaikan sesuatu agar dikatakan soleh. Bila berzikir kehulu-hilir dikuat-kuatkan agar dikatakan bahawa diri sebagai ahli zikir. Semua itu topeng diri.“Saya ini banyak kekurangan, ” tetapi dalam diam fikiran masih suka mengalamun ke mana-mana , bicara ditambah-tambah , makin banyak silap , makin banyak dosa. Perkataan-perkataan dikatakan lebih dari kenyataan yang sebenarnya.Kadang dikurangi perkataan kerana takut dikata bodoh ilmunya.Kita belajar untuk mengaku siapa diri kita, maka pujian orang tidak akan membuatkan kita bahagia kerana pujian itu tidak sesuai dengan keadaan kita.Dan penghinaan orang juga tidak akan membuatkan kita terluka kerana penghinaan itu kekadang ,jika boleh dikatakan, lebih bagus dari kehinaan kita yang sebenarnya di sisi Allah.Selama kita belajar melihat kekurangan diri, sepanjang itulah kita boleh mendidik jiwa dan hati kita agar sentiasa merendah diri, tidak sombong ketika berjalan di atas muka bumi.Umpama padi di ladang, semakin ia berisi, semakin tunduk ia. Semakin kita mempelajari kehidupan, semakin merendah hatinya. Akur, bahawa diri masih tidak punya apa-apa. Sedar, diri masih jauh dari kesempurnaan. Rendah hati adalah kesempurnaan amal dalam menundukkan sifat tercela dari kesombongan.Latihan TawadhukMaka, latihlah tawadhuk dalam diri kita, mengingat-ingat kekurangan dalam diri.Ketika melihat kekurangan diri, supaya kita tawadhuk, sesudah kita yakin semuanya milik Allah, tidak diingat-ingat kebaikan dan jasa diri kita.Dalam masa yang sama, kita tidak melihat orang lain lebih rendah dari diri kita.Setiap orang kita lihat pada titik kelebihannya.Lihat anak-anak kecil, boleh jadi, dosanya lebih kecil, ataupun tidak berdosa dengan itu memudahkannya mendapat syurga berbanding kita.Lihat kepada orang yang lebih tua, amalnya boleh jadi lebih banyak dan taqwanya juga lebih tinggi dari kita.Ketika melihat orang yang baru belajar membaca al-quran, siapa tahu dia lebih takut pada Allah pada setiap huruf yang diucapkannya.Ketika melihat orang yang sedang berjualan, walaupun kecil jualannya, siapa tahu dalam pandangan Allah, penjual itu lebih mulia kerana kejujurannya walaupun dagangannya tidak sebesar mana.Melihat akan seorang guru, mungkin pengajarannya begitu ikhlas sehingga dari murid-muridnya terbit mereka yang akan menjadi benteng agama ini.Melihat kepada orang yang sudah berkahwin, siapa tahu, ibadahnya lebih tenang dan lebih khusyu’ sehingga di pandangan Allah lebih mulia dari kita yang hati sentiasa tidak tenang dan banyak berfikir tidak sepatutnya.Melihat orang yang membuat maksiat, mana tahu , suatu hari nanti, dia mendapat hidayah, taqwanya lebih tinggi dari kita dan matinya lebih mulia dari kita yang masih tidak tahu apa kesudahan kita.Lihat orang, lihatlah kebaikan mereka.Jika melihat seorang ibu, mungkin dengan keibuannya akan mengangkat darjatnya walaupun amalnya agak terbatas.Semakin senang kita melihat jasa orang lain, menghargai kebaikan orang lain,maka makin senang untuk kita menghormati manusia dan insyaAllah sifat tawadhuk boleh ditanam dalam diri kita.Bila kita sudah gembira melihat kebaikan orang lain, jasa mereka semuanya maka insyaallah kita akan lebih jauh dari kesombongan dan makin dekat kita dengan keteguhan dan kesempurnaan amal.Marilah sejenak kita mengambil pengajaran dari ayat Allah, Pencipta dan Pemilik kasih sayang dan cinta, yang menyarankan kita agar membersihkan hati kita dari sifat kesombongan, agar buah amalnya menjadikan kita lebih dekat pada Maha Pemberi Segalanya, Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyanyang.“Janganlah kamu berjalan di bumi dengan angkuh, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri” (Luqman : 18)




* Umar Al-Fateh merupakan salah seorang penulis jemputan iluvislam.com. Beliau kini menuntut pelajaran di Russian State Medical University, Moscow dalam bidang perubatan. Artikel diambil daripada http://umaralfateh.wordpress.com/

gimme B.E.A.U.T.I.F.U.L

cantik blog kita...
all thanx to FARAH....
nok article mesti dari HUSNA...
rasanya...
TO FARAH:

SEMOGA SLAMAT PERGI BERCUTI N PULANG DENGAN SLAMAT JUAK..
HAPPY HOLIDAY...
N JGN LUPA KMK ORG KAT GIGIH....
to all gigih all the best for exam next week...
iboh lupa blaja...
hehehe...

APA ITU SABAR?????


Sabar separuh daripada iman, kalau kita tak tau nak bersabar, maknanya kita takde iman! Namun, sikap tak sabar juga melambangkan mindset negatif, sikap kurang ajar dan perangai kurang sopan.
Ada 2 sebab utama mengapa kita perku berani bersabar. Pertama, tak semua keadaan, situasi, perkara, benda dan orang perseorangan di bawah kawalan kita.
Bila sesuatu terjadi di luar kawalan kita dan mencabar kewibaan kita, kita perlu bersabar. Kita ada pilihan lain, sebab pilihan-pilihan tak muncul di ketika itu.
Sabar dulu dan tunggu, kerana peluang akan muncul kemudiannya dan Anda sudah mempunyai pilihan untik ebrtindak sama ada menggunakan cara itu atau cara ini. Jika kita mendapat tuah, perlu bersabar juga kerana kita akan terdorong untuk bersikap tamak.
Kedua, dengan bersabar Anda melatih mental Anda supaya berattitude positif. Bila attitude positif, akan timbul keceriaan dan bila sudah ada keceriaan, Anda akan mudah mencapai apa saja matlamat Anda.
Ini hukum Law Of Attarction. Emosi ceria, gembira, riang dan bahagia merupakan “booster” untuk menarik matlamat Anda supaya cepat datang pada Anda.
.Jika mindset yang sama berkesan pada kami(pelajar 1 gigih) , ia berkesan untuk Anda juga. Buat dulu kemudian lihat kesannya.

Farah Nazeema telah manukar layout blog 1 Gigih !

Yesss !
dah tuka layout blog kelass !
susah woii !
hahaha !
ilek2 ~
iboh tkaaaa!
sapa tuka kompoun lak !
eeee ~
gud luck k ujian sem 2 kpd kwn2 ku skalian !

Kriteria Kriteria Lelaki Soleh

KRITERIA-KRITERIA LELAKI SOLEH SEPERTI YANG DIMAKSUDKAN OLEH AL QURAN DAN AL HADIS
1. Sentiasa taat kepada Allah swt dan Rasullulah saw.
2. Jihad Fisabilillah adalah matlamat dan program hidupnya.
3. Mati syahid adalah cita cita hidup yang tertinggi.
4. Sabar dalam menghadapi ujian dan cabaran dari Allah swt.
5. Ikhlas dalam beramal.
6. Kampung akhirat maejadi tujuan utama hidupnya.
7. Sangat takut kepada ujian Allah swt. dan ancamannya.
8. Selalu memohon ampun atas segala dosa-dosanya.
9. Zuhud dengan dunia tetapi tidak meninggalkannya.
10. Solat malam menjadi kebiasaannya.
11. Tawakal penuh kepada Allah taala dan tidak mengeluh kecuali kepada Allah swt
12. Selalu berinfaq samaada dalam keadaan lapang mahupun sempit.
13. Menerapkan nilai kasih sayang sesama mukmin dan ukhwah diantara mereka.
14. Sangat kuat amar maaruf dan nahi munkarnya.
15. Sangat kuat memegang amanah, janji dan kerahsiaan.
16. Pemaaf dan lapang dada dalam menghadapi keboduhan manusia, sentiasa saling koreksi sesama ikhwan dan tawadhu penuh kepada Allah swt.
17. Kasih sayang dan penuh pengertian kepada keluarga.

Aurat Muslimah.... Tutuplah Auratmu !

Bila wanita menjaga auratnya dari pandangan lelaki bukan muhram, bukan sahaja dia menjaga maruah dirinya, malah maruah wanita mukmin keseluruhannya. Harga diri wanita terlalu mahal. Ini kerana syariat telah menetapkan supaya wanita berpakaian longgar dengan warna yang tidak menarik serta menutup seluruh badannya dari kepala hingga ke kaki.
Kalau dibuat perbandingan dari segi harta dunia seperti intan dan berlian, ianya dibungkus dengan rapi dan disimpan pula di dalam peti besi yang berkunci. Begitu juga diumpamakan dengan wanita, Kerana wanita yang bermaruah tidak akan mempamerkan tubuh badan di khalayak umum. Mereka masih boleh tampil di hadapan masyarakat bersesuaian dengan garisan syarak. Wanita tidak sepatutnya mengorbankan maruah dan dirinya semata-mata untuk mengejar pangkat, darjat, nama, harta dan kemewahan dunia.
Menyentuh berkenaan pakaian wanita, alhamdulillah sekarang telah ramai wanita yang menjaga auratnya, sekurang-kurangnya dengan memakai tudung. Dapat kita saksikan di sana sini wanita mula memakai tudung. Pemakaian tudung penutup aurat sudah melanda dari peringkat bawahan hingga kepada peringkat atasan. Samada dari golongan pelajar-pelajar sekolah hinggalah kepada pekerja-pekerja pejabat-pejabat.
Walaupun pelbagai gaya tudung diperaga dan dipakai, namun pemakaiannya masih tidak lengkap dan sempurna. Masih lagi menampakkan batang leher, dada dan sebagainya. Ada yang memakai tudung, tetapi pada masa yang sama memakai kain belah bawah atau berseluar ketat dan sebagainya.
Pelbagai warna dan pelbagai fesyen tudung turut direka untuk wanita-wanita Islam kini. Ada rekaan tudung yang dipakai dengan songkok di dalamnya, dihias pula dengan kerongsang (broach) yang menarik. Labuci warna-warni dijahit pula di atasnya. Dan berbagai-bagai gaya lagi yang dipaparkan dalam majalah dan suratkhabar fesyen untuk tudung.
Rekaan itu kesemuanya bukan bertujuan untuk mengelakkan fitnah, sebaliknya menambahkan fitnah ke atas wanita. Walhal sepatutnya pakaian bagi seorang wanita mukmin itu adalah bukan sahaja menutup auratnya, malah sekaligus menutup maruahnya sebagai seorang wanita. Iaitu pakaian dan tudung yang tidak menampakkan bentuk tubuh badan wanita, dan tidak berhias-hias yang mana akan menjadikan daya tarikan kepada lelaki bukan muhramnya.
Sekaligus pakaian boleh melindungi wanita dari menjadi bahan gangguan lelaki yang tidak bertanggungjawab. Bilamana wanita bertudung tetapi masih berhias-hias, maka terjadilah pakaian wanita Islam sekarang walaupun bertudung, tetapi semakin membesarkan riak dan bangga dalam diri. Sombong makin bertambah. Jalan mendabik dada. Terasa tudung kitalah yang paling cantik, up-to-date, sofistikated, bergaya, ada kelas dan sebagainya. Bertudung, tapi masih ingin bergaya.
Kesimpulannya, tudung yang kita pakai tidak membuahkan rasa kehambaan. Kita tidak merasakan diri ini hina, banyak berdosa dengan Tuhan mahupun dengan manusia. Kita tidak terasa bahawa menegakkan syariat dengan bertudung ini hanya satu amalan yang kecil yang mampu kita laksanakan. Kenapa hati mesti berbunga dan berbangga bila boleh memakai tudung?
Ada orang bertudung tetapi lalai atau tidak bersembahyang. Ada orang yang bertudung tapi masih lagi berkepit dan keluar dengan teman lelaki . Ada orang bertudung yang masih terlibat dengan pergaulan bebas. Ada orang bertudung yang masih menyentuh tangan-tangan lelaki yang bukan muhramnya. Dan bermacam-macam lagi maksiat yang dibuat oleh orang-orang bertudung termasuk kes-kes besar seperti zina, khalwat dan sebagainya.
Jadi, nilai tudung sudah dicemari oleh orang-orang yang sebegini. Orang Islam lain yang ingin ikut jejak orang-orang bertudung pun tersekat melihat sikap orang-orang yang mencemari hukum Islam. Mereka rasakan bertudung atau menutup aurat sama sahaja dengan tidak bertudung. Lebih baik tidak bertudung. Mereka rasa lebih bebas lagi. Orang-orang bukan Islam pula tawar hati untuk masuk Islam kerana sikap umat Islam yang tidak menjaga kemuliaan hukum-hakam Islam.
Walaupun bertudung, perangai mereka sama sahaja dengan orang-orang bukan Islam. Mereka tidak nampak perbezaan agama Islam dengan agama mereka. Lihatlah betapa besarnya peranan tudung untuk dakwah orang lain. Selama ini kita tidak sedar diri kitalah agen bagi Islam. Kita sebenarnya pendakwah Islam. Dakwah kita bukan seperti pendakwah lain tapi hanya melalui pakaian.
Kalau kita menutup aurat, tetapi tidak terus memperbaiki diri zahir dan batin dari masa ke semasa, kitalah punca gagalnya mesej Islam untuk disampaikan. Jangan lihat orang lain. Islam itu bermula dari diri kita sendiri. Ini tidak bermakna kalau akhlak belum boleh jadi baik tidak boleh pakai tudung. Aurat, wajib ditutup tapi dalam masa yang sama, perbaikilah kesilapan diri dari masa ke semasa. Tudung di luar tudung di dalam (hati).
Buang perangai suka mengumpat, berdengki, berbangga, ego, riak dan lain-lain penyakit hati. Walau apapun, kewajipan bertudung tidak terlepas dari tanggungjawab setiap wanita Muslim. Samada baik atau tidak akhlak mereka, itu adalah antara mereka dengan Allah. Amat tidak wajar jika kita mengatakan si polanah itu walaupun bertudung, namun tetap berbuat kemungkaran.
Berbuat kemungkaran adalah satu dosa, manakala tidak menutup aurat dengan menutup aurat adalah satu dosa lain. Kalau sudah mula menutup aurat, elak-elaklah diri dari suka bertengkar. Hiasi diri dengan sifat tolak ansur. Sentiasa bermanis muka. Elakkan pergaulan bebas lelaki perempuan. Jangan lagi berjalan ke hulu ke hilir dengan teman lelaki.
Serahkan pada Allah tentang jodoh. Memang Allah sudah tetapkan jodoh masing-masing. Yakinlah pada ketentuan qada' dan qadar dari Allah. Apabila sudah menutup aurat, cuba kita tingkatkan amalan lain. Cuba jangan tinggal sembahyang lagi terutama dalam waktu bekerja. Cuba didik diri menjadi orang yang lemah-lembut. Buang sifat kasar dan sifat suka bercakap dengan suara meninggi. Buang sikap suka mengumpat, suka mengeji dan mengata hal orang lain. jaga tertib sebagai seorang wanita.
Jaga diri dan maruah sebagai wanita Islam. Barulah nampak Islam itu indah dan cantik kerana indah dan cantiknya akhlak yang menghiasi peribadi wanita muslimah. Barulah orang terpikat untuk mengamalkan Islam. Dengan ini, orang bukan Islam akan mula hormat dan mengakui "Islam is really beautiful." Semuanya bila individu Islam itu sudah cantik peribadinya.
Oleh itu wahai wanita-wanita Islam sekalian, anda mesti mengorak langkah sekarang sebagai agen pengembang agama melalui pakaian.

ok2...sorry kpd ssiapa yg trsinggung....
kmk bukan nak nganok..
loves,
farah..

Gigihians

salam..
hye guys...
juz mok pdh..
mlm tok g kl !!!
heppi eyh..
jumpa anak buah !
gonna miss 1 gigih!
we're like a family...
but slalu ada prselisihan fhm antara satu sama lain..
okay....semadi blog tok k luahkan prasaan, kan...
ne x xda prselisihan fhm, smua ada secret....
bila kita tyk,knk2?
trus pdh,xda.... x blh pdh...tp mala la pdh gigih tok kan family....ukhuwah sentiasa rapat, tp gne nak rpt mun sentiasa mok ngumpat ssma kdirik, nganok ssma kdirik, bulak la.. n lain2...
kdg2 org bisik2 dpn kita,asa trsinggung tauk x..
mmang la mungkin org ya x ckp psl kita,p pande2lah jaga prasaan org...
pas ya sntiasa mok bersecret secret ndah,ne mok jadi family teyk...
cakap kosong jak ukhuwah rapat,gigih family la,tapi masih jwak x mok berusaha mok jadi family...
so,kmk hrp smua pljr lam 1 g xda gyk bersecret secret ndah,nganok,ngumpat n lain2...
iboh tokrg pdh kmk mnasihat org p x mgamalkan..
kmk coba brubh n x mk ngumpat2,nganok2 ka, apa ka....
nang kmk brhrp bna2 mga tok xkan berlaku gyk....
sorry la mun apa yg kmk pdh tok myinggung prasaan ssiapa..
kmk bukan mok memalukan atau mok nganok...